Kota Batu, 17 Juli 2024 – Dalam rangka meningkatkan produksi dan kualitas umbi taro di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan SCII Hub -Singapore mengadakan survei intensif di dua lokasi utama, yaitu Desa Sumberjo di Kota Batu dan Pacet, Mojokerto. Tim peneliti gabungan dari UMM dan SCII Hub melakukan survei pada Rabu, 17 Juli 2024. Kegiatan ini melibatkan pengumpulan data lapangan, wawancara dengan petani, serta pengambilan sampel tanah dan tanaman taro di kedua lokasi. “Survei ini bertujuan untuk memahami kondisi aktual pertanian taro di Sumberjo dan Pacet. Dengan demikian, kami dapat memberikan rekomendasi yang tepat untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas produk,” ujar Prof. Dr. Ir. Damat, MP., IPM., ketua tim peneliti dari UMM. Prof. Damat juga menambahkan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk mengadopsi teknologi dan metode pertanian modern yang dikembangkan oleh SCII Hub. “Kami berharap dapat membawa inovasi-inovasi terbaru dalam pertanian taro ke Indonesia, sehingga petani lokal dapat lebih sejahtera dan produk taro kita dapat bersaing di pasar internasional,” lanjutnya. Sementara itu, perwakilan dari SCII Hub Singapore, menyatakan antusiasmenya dalam proyek ini. “Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi taro. Melalui kerjasama ini, kami ingin membantu petani Indonesia untuk mengoptimalkan produksi mereka dengan teknologi dan penelitian mutakhir yang kami miliki,” ungkapnya. Para petani di Sumberjo dan Pacet menyambut baik kegiatan survei ini. Mereka berharap hasil dari survei dan kerjasama ini dapat memberikan dampak positif bagi pertanian taro di wilayah mereka. Salah seorang petani, Bapak Budi, mengatakan, “Kami sangat terbantu dengan adanya survei ini. Kami berharap dapat memperoleh pengetahuan baru yang dapat kami terapkan di ladang kami.” Kegiatan survei ini juga melibatkan beberapa Dosen dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM, yang mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli dan terjun ke lapangan. “Ini merupakan pengalaman berharga bagi kami. Kami dapat belajar banyak tentang penelitian dan praktik pertanian yang baik,” ujar Dahlia, salah satu dosen yang terlibat dalam survei. Hasil dari survei ini akan dianalisis lebih lanjut oleh tim peneliti kerjasama UMM dengan SCII Hub. Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk pengembangan pertanian taro di Indonesia. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi model bagi kolaborasi serupa di masa mendatang, demi meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian di Indonesia.